ANALISA KECELAKAAN KERJA

Posted by Bram on December 15th, 2009

hirarki safetyANALISA KECELAKAAN KERJA , Salah satu akibat sampingan dari perkembangan teknologi yang merugikan terwujud dalam bentuk kecelakaan. Karena sifat kecelakaan adalah merugikan, oleh karena itu harus dicegah. Timbul suatu pertanyaan “Apakah kecelakaan dapat dicegah?”. Bila diamati dengan seksama, bahwa setiap kecelakaan itu pasti ada penyebabnya maka kecelakaan dapat dicegah.

KECELAKAAN KERJA ADALAH SUATU KEJADIAN YANG TIDAK DIKEHENDAKI DAN TIDAK DIDUGA SEMULA YANG DAPAT MENIMBULKAN KORBAN MANUSIA DAN ATAU HARTA BENDA.

KEJADIAN BERBAHAYA LAINNYA IALAH SUATU KEJADIAN YANG POTENSIAL YANG DAPAT MENYEBABKAN KECELAKAAN KERJA ATAU PENYAKIT KERJA KECUALI KEBAKARAN, PELEDAKAN DAN BAHAYA PEMBUANGAN LIMBAH.

STUDI RASIO KECELAKAAN

Pada tahun 1969 dilakukan penelitian kecelakaan yang mengakibatkan kerugian fisik maupun harta benda, yang memberikan hasil sebagai berikut :

ANOTOMI KECELAKAAN

a)  Setiap kecelakaan tidak terjadi begitu saja, pasti ada penyebabnya.

b) Faktor penyebab umumnya majemuk (multi causality), resikonya beragam (wide spectrum).

c) Kecelakaan suatu kejadian tiba – tiba dan tidak dikehendaki.

d) Kecelakaan terjadi karena kondisi tidak aman atau tindakan tidak aman.  e) Kecelakaan menimbulkan kerugian fisik, kerusakan material/alat atau gangguan pada proses produksi

ANOTOMI KECELAKAAN

Beberapa energi yang sering menimbulkan kecelakaan adalah :

  • Terbentur / tertabrak suatu benda.
  • Terbentur / tertabrak banda/alat yang bergerak.
  • Jatuh ke tingkat yang lebih rendah.
  • Jatuh pada tingkat yang sama (tergelincir, tersandung, terpeleset).
  • Terjepit ke dalam barang yang berputar.
  • Terjepit diantara dua benda.
  • Kontak dengan listrik, panas, dingin, radiasi, bahan beracun dan sebagainya.

Perbuatan / tindakan yang sub standar :

  • Menjalankan peralatan yang bukan tugasnya.
  • Gagal memberikan peringatan.
  • Menjalankan mesin/peralatan/kendaraan melebihi kecepatan.
  • Membuat alat pengaman tidak berfungsi.
  • Menggunakan peralatan rusak.
  • Tidak memakai alat pelindung diri.
  • Pemuatan yang tidak memadai.
  • Penempatan sesuatu yang tidak memadai.
  • Posisi kerja yang tidak tepat.
  • Melakukan perbaikan mesin saat masih berjalan.
  • Bersenda gurau.
  • Berada dalam pengaruh obat – obatan atau alkohol.

Kondisi yang sub standar :

  • Pengaman yang tidak memadai.
  • Alat pelindung diri tak memadai.
  • Alat, peralatan atau bahan yang telah
  • Gerak yang tidak leluasa.
  • Sistem tanda bahaya tidak memadai.
  • Tata graha yang jelek.
  • Lingkungan kerja yang mengandung bahaya (uap/gas, bising, radiasi, suhu, ventilasi kurang baik, dsb.)

Faktor Manusia :

  • Kurang pengetahuan.
  • Kurang terampil.
  • Motivasi kurang baik.
  • Stress fisik atau mental

Faktor pekerjaan :

  • Kepemimpinan dan atau kepengawasan kurang tepat.
  • Engineering kurang memadai.
  • Pembelian kurang memadai.
  • Maintenance kurang memadai.
  • Alat dan peralatan kurang memadai.
  • Standar kerja kurang tepat.
  • Aus dan retak akibat pemakaian.
  • Penyalahgunaan wewenang.

Untuk mendapatkan Analisa Kecelakaan dalam bentuk dokumen lengkap Hub Admin

Tags: , , ,

Leave a Reply