Kehabisan Oksigen Pada Saat Kebakaran

Posted by Bram on January 5th, 2010

20 Orang Meregang Nyawa di M City

09:32 | Saturday, 5 December 2009

EVAKUASI: Seorang korban kebakaran saat dievakuasi dari M City menuju RSU dr Pirngadi Medan, tadi malam (4/12). //FITRA /POSMETRO/SMG

Termasuk 4 Orang Keluarga Besar Pemprovsu

MEDAN- Tempat hiburan malam di Gedung M City di Jalan Jenderal Gatot Subroto Medan, Jumat (4/12) sekitar pukul 19.30 WIB, tadi malam terbakar. Sebanyak 20 orang, karyawan dan pengunjung tempat hiburan itu tewas terkurung api, terinjak-injak dan kehabisan oksigen. Diantara, 20 korban tewas terindikasi empat orang yang disebut sebagai keluarga besar Pemprovsu.

Saat ini, para korban berada di Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan (RSUPM). Sementara seratusan pengunjung di tempat hiburan favorit di lokasi strategis tengah kota itu luka-luka. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Malahayati, RS Advent dan RS Pirngadi Medan.

Empat diantara korban tewas termasuk empat orang yang disebut-sebut ajudan pejabat tinggi di Pemprovsu itu yakni M Fauziansyah (30) PNS yang tinggal di Jalan Ahmad Yani Medan, Sertu Agus L, warga Jalan Brigjen Katamso, Deden, dan Serka TNI M Afrizal. Selain itu, seorang lurah di Medan bernama Budi Ansari Lubis dalam kondisi kritis. Kadis Infokom, Eddy Syofian belum bersedia dikonfirmasi terkait hal itu. ‘’Saya lagi sibuk. Tapi yang jelas mereka berempat adalah keluarga besar Pemprovsu,’’ katanya. Eddy saat itu memang sedang sibuk mengurus jenazah keempatnya.
Informasi yang dihimpun, saat peristiwa itu terjadi, empat orang yang disebut-sebut ajudan gubernur itu tengah berkaraoke di salah satu KTV. Saat dievakuasi, senjata yang dimiliki dua oknum polisi tersebut telah diamankan.

Hingga berita ini diturunkan, baik pihak kepolisian maupun Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Saat kejadian, tempat hiburan malam ini tengah dipadati pengunjung yang menghabiskan masa akhir pekannya.

Peristiwa maut itu terjadi sekira pukul 20.00, ketika itu api mulai berkobar dari sebuah tinner yang meledak tepatnya di meja bartender Lantai III.
Informasi yang dihimpun, ada seorang pengunjung warga negara Malaysia sempat melihat seorang pria membuang puntung rokok, ternyata puntung rokok itu dibuang tepat di dalam sebuah wadah yang berisi tiner. Itulah yang langsung menyulut api. Saat itu, kabarnya terdengar ledakan dan membuat bartender tewas seketika.

“Waktu itu saya mau ke kamar, ada tinner di samping bartender dan ada laki-laki membuang puntungan rokok ke dalam wadah tinner, langsung meledak,” kata pria warga negara Malaysia yang mengaku baru menginap sejak kemarin.

Gedung M City memang tempat hiburan berjenis one stop entertainment atau komplit. Di lantai satu terdapat sauna dan kafe, lantai dua terdapat KTV dan lounge, lantai tiga terdapat KTV, kamar-kamar untuk message dan KTV.

Setelah adanya ledakan itu, pria ini langsung berlari menuju ke kamar untuk mengambil tas dan sejumlah perkakas lainnya. Sayangnya, dirinya enggan membeberkan kedatangannya di M-City.

Sementara itu, seorang pedagang rokok dan pulsa, Yudi ketika ditemui di sekitaran lokasi M City menyebutkan ketika kejadian itu, dirinya sempat melihat sejumlah pengunjung berlarian mengenakan pakaian mandi dan bercelana dalam.

Saat itulah, ia sempat berlari keluar dari lokasi halaman M City dan melihat sejumlah karyawan berlarian sambil menangis. Tak hanya itu, dia juga membeberkan bahwa korban yang banyak meninggal di Lantai II akibat terhimpit oleh sejumlah pengunjung lainnya.

Berdasarkan informasi yang diterima wartawan koran ini, sejumlah karyawan yang berbincang-bincang menyebutkan, korban yang berada di lantai III banyak yang terperangkap, khususnya di KTV No  305, 307 dan di gang ini banyak ditemukan korban bergelimpangan.
Sejumlah karyawan ini mengaku kesulitan untuk keluar dari M City akibat lampu dimatikan, kemudian asap hitam mengepul di dalam ruang tersebut sehingga para pengunjung sempat tak tahan dan pingsan.

Kobaran api dan kepulan asap berhasil dipadamkan oleh seluruh armada pemadam milik Pemko Medan yang puluhan kali hilir mudik, api dan asap benar-benar padam dan selesai evakuasi sekitar pukul 00.00.

Sedangkan untuk para korban tewas di bawa ke kamar jenazah RSU Pirngadi Medan. Sedangkan korban lainnya yang masih dirawat ini di beberapa rumah sakit terpisah, ada di RS Malahayati, RS Advent, dan RS Materna serta di RS Glenegles.

Pj Wali Kota Medan, Rahudman Harahap mengatakan pihaknya meminta kepada M City untuk menanggung seluruh biaya korban ini, serta pihaknya akan memberikan fasilitas dengan prioritas utama terhadap para korban M-City.

Dia menambahkan, sekarang ini pihaknya fokus kepada identifikasi korban, setelah itu untuk kelanjutan terhadap para PNS yang kemungkinan ikut di dalam korban kebakaran ini.

“Sekarang fokus identifikasi dan penyelamatan korban, setelah di identifikasi barulah diatur yang lainnya,” tegasnya ketika mengunjungi RSU Pirngadi Medan sambil memantau identifikasi para korban.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan RSU Pirngadi Medna, dr Amran Lubis Sp J (K) menyampaikan sejumlah korban yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Pirngadi Medan kebanyakan akibat terhirup asap hitam, dan para korban ini kehabisan oksigen. “Tapi, kami tetap berupaya melakukan perawatan secara maksimal,” ujarnya  di ruang IGD RSU Pirngadi Medan.

Pantauan wartawan koran ini, sejumlah ambulans milik RSU Pirngadi dan PMI yang dikerahkan untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit tak kurang dari 50-an kali mengangkut korban dari tempat tersebut. Sejumlah petugas Samapta Poltabes berjaga di depan pintu masuk untuk menghalau setiap orang yang ingin menyaksikan peristiwa itu dari dekat.

Meski demikian, tak satupun pihak kepolisian yang dapat dikonfirmasi mengenai kebenaran informasi tersebut.
Saat kebakaran terjadi, pengunjung di tempat itu panik karena tiba-tiba api telah melahap lantai tiga Gedung M City dan menimbulkan kepulan asap menyengat akibat dinding gedung yang dilapisi gypsum.

Akibatnya, pengunjung dan karyawan hotel, spa sekaligus tempat karaoke itu berebutan menyelamatkan diri. Sementara jilatan api terus membesar. Jerit panik dan tangis pun tak putus-putusnya terdengar. Beberapa di antara mereka tak bisa keluar dari kepungan api.

Puluhan mobil pemadam kebakaran yang tiba di tempat itu tak dapat mengendalikan api. Mereka kesulitan karena banyak sekat di dalam gedung yang digunakan sebagai KTV untuk karaoke dan kamar hotel. Padahal tak kurang dari 32 mobil pemadam telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Setelah berjuang habis-habisan akhirnya si jago merah bisa dijinakkan satu jam kemudian.

Namun meski telah berhasil dijinakkan, petugas juga kesulitan untuk melakukan evakuasi sebab kepulan asap membuat petugas terpaksa hati-hati untuk memasuki gedung tersebut. “Kita kesulitan memadamkan dan mengevakuasi korban sebab gedungnya terlalu banyak sekat, selain itu kepulan asap terlalu besar,” ungkap seorang petugas pemadam yang ditemui di lokasi kejadian.

Hingga tadi malam, sepasukan polisi dari Samapta Poltabes, Polsek Medan Baru dan unit di jajaran Poltabes lainnya bersama petugas pemadam masih melakukan evakuasi. Sebab meski api padam, di dalam gedung ternyata masih banyak orang yang terjebak asap dan api. Akibat peristiwa itu kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.

Sekira pukul 22.45 WIB saat api benar-benar telah dijinakkan, sejumlah pegawai hotel tersebut masuk dan mengambil barang-barang mereka yang masih tertinggal. Namun tak satupun dari karyawan yang mengenakan seragam putih merah dan sebagaian lainnya berseragam biru itu bersedia diwawancarai. “Nanti sajalah bang tanya perusahaan kami,” ujar salah seorang pegawai yang coba dikonfirmasi di tempat itu.
Sedangkan Ana, seorang pengunjung yang selamat mengaku, saat peristiwa itu terjadi tempat itu memang sedang ramai-ramainya. Sebab Jumat dan Sabtu malam merupakan puncak keramaian tempat hiburan itu.

Dia sendiri mengaku saat kebakaran terjadi tengah berada di dalam KTV karaoke tersebut. Namun dirinya dikejutkan dengan teriakan sejumlah pegawai tersebut. Mengetahui tempat itu kebakaran wanita itupun langsung kalang kabut. Namun langkahnya sempat terhenti karena saat kejadian listrik di tempat itu padam. “Saya nggak tahu Bang, yang penting lari saja,” katanya.

Kapolsekta Medan Baru AKP M Adenan yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab kebakaran tersebut. Namun sejumlah saksi baik dari pihak hotel dan pengunjung telah dimintai keterangannya. “Kita masih menyelidiki kejadian ini,” tuturnya.

Bahkan saat ditanya berapa jumlah pasti korban yang tewas dalam peristiwa itu Adenan belum bisa memastikan. “Nanti saja kita masih lakukan evakuasi,” tandasnya. Adenan membenarkan jika empat diantara korban yang tewas merupakan ajudan Gubsu.

Sementara itu Kapoldasu Irjen Pol Badrodin Haiti mengatakan kebakaran diketahui pukul 20.30. Api baru bisa diatasi dua jam berikutnya. “Setahu saya baru 20 korban jiwa. Sementara penyebabnya tak diketahui dan kita masih cari saksi korban,” katanya.

Badrodin menyebutkan saat ini di Pirngadi ada 17 pria dan 3 wanita. “Namun kemungkinan bertambah tapi mudah-mudahan jangan bertambah. Sampai kini yang kita tahu hanya lantai 3 yang terbakar. Diduga korban tewas karena kekurangan oksigen. Kita kesulitan memadamkan api terpaksa kaca dipecahkan. Menurut warga penyebab kebakaran karena puntung rokok, sejauh ini saksi yang diperiksa ada 7 orang,’’ujarnya.(ril/sya/mag-7)

Opini :

Belajar dari kasus diatas bahwa korban kebakaran dapat meninggal walaupun tidak terkena api sedikitpun atau mengalami kepanasan, melainkan Oksigen yang tesedia disekitar korban telah habis, karena proses terjadinya api adalah Bahan Bakar + Panas + Oksigen,  jika ketiga unsur tersebut menyatu maka akan terjadi api dan api akan semakin membesar jika terdapat oksigen yang cukup sehingga oksigen yang ada akan menyatu dengan api dan berubah menjadi karbon diosida yang dapat membunuh manusia maupun hewan disekitarnya.

Maka tidak heran jika koeban meninggal karena kehabisan oksigen atau keracunan zat karbon dioksida.

Saran :

Dalam proses pembangunan Mal atau gedung bertingkat lainnya sangat perlu mendahulukan aspek K3LL, dengan cara mendesign bangunan dengan proses evakuasi yang terbaik atau membangun tangga darurat di 2 tempat yang berbeda dimaksudkan jika terjadi kebakaran disudut Utara maka orang dapat menggunakan jalan tangga darurat alternatif. Usul ini dapat dilaksanakan jika kita melupakan kepentingan Uang untuk keselamatan jiwa manusia yang jauh lebih berarti dari pada uang.

Tags: , , ,

One Response to “Kehabisan Oksigen Pada Saat Kebakaran”

  1. Artikelnya bagus saya suka sekali dengan tulisan anda. Saya akan menjadi follower anda dan menjadi pembaca setia :)

Leave a Reply