Manfaat Contractor Safety Management System bagi Perusahaan

Posted by Bram on January 25th, 2010

CSMS adalah suatu Sistem Manajemen K3 yang diterapkan kepada Kontraktor, meliputi beberapa elemen K3 yang sesuai dengan Standar yang diacu (ISRS, ANSI, OHSAS, dll)

CSMS sebagai bahan pertimbangan awal oleh Perusahaan Main Contractor untuk menilai kinerja Kontraktor yang akan diterimanya

Mengapa Perusahaan Wajib Menerapkan CSMS

Syarat untuk dapat lolos prakualifikasi di Total, Unocal , dan Vico

Meningkatkan Profit perusahaan.

Mengurangi angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Membangun citra positif perusahaan

Kapan Perusahaan Wajib Menerapkan CSMS?

1. Tahap Kualifikasi

· Penilaian Resiko

· Pra-kualifikasi

· Pemilihan

2. Tahap Pelaksanaan

· Aktivitas awal pekerjaan

· Pada saat pekerjaan berlangsung

· Evaluasi akhir

Penilaian Resiko

Menilai dan menakar resiko aktivitas pekerjaan yang akan dikontrakkan.

Mengkategorikan resiko dengan kategori rendah, menengah dan tinggi.

Hal hal yang memperngaruhi resiko :

Jenis pekerjaan

Lokasi pekerjaan

Potensi celaka karena bahaya di tempat kerja.

Potensi celaka karena aktivitas kontraktor

Pekerjaan simultan oleh beberapa kontraktor

Lamanya pekerjaan

Pengalaman dan Keahlian Kontraktor

Pra Kualifikasi :

Untuk meniliti kualifikasi kontraktor dalam hal K3. Hanya mereka yang memiliki sistem K3 yang akan diikutkan di dalam proses tender.

Pemilihan/Seleksi :

Untuk memilih kontraktor terbaik diantara mereka yang mengikuti tender.

Aktivitas Awal Pekerjaan :

Adalah langkah untuk membuka komunikasi awal antara petugas lapangan kontraktor dan petugas lapangan perusahaan minyak dan tambang.

Pre job activity meeting at office

Pre job activity meeting at site

Rencana Kerja (work plan)

Review Potential Hazards and Safety Aspect

Emergency Response Plan and Procedure

Pre Job safety Meeting – site

Orientasi Lapangan

Finalization All Safety Requirement

Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Pada Saat Pekerjaan Berlangsung :

Inspeksi Keselamatan Kerja (Safety Inspection)

Program Keselamatan Kerja (Safety Program)

Safety Meeting

Safety Inspection

Safety Promotion

Safety Communication

Emergency Drills and Exercise

Incident Investigation

Evaluasi Akhir :

Adalah langkah penilaian kinerja K3 kontraktor selama pra-kualifikasi dan Pekerjaan Berlangsung.

Hasil evaluasi akan disimpan di Data Bank, menjadi bahan pertimbangan apakah kontraktor tersebut layak untuk mendapat pekerjaan yang akan datang

Kinerja Keselamatan Kerja :

Safe working hours

Frequensi rate & Severity rate

Masalah-masalah Keselamatan Kerja

Laporan Kecelakaan, kerusakan, kejadian, nyaris celaka dan anomaly.

Pelatihan yang diadakan.

Demikian Informasi mengapa perusahaan wajib menerapkan CSMS, jika anda ingin bertanya silahkan hubungi Admin.

CSMS adalah suatu Sistem Manajemen K3 yang diterapkan kepada Kontraktor, meliputi beberapa elemen K3 yang sesuai dengan Standar yang diacu (ISRS, ANSI, OHSAS, dll)

CSMS sebagai bahan pertimbangan awal oleh Perusahaan Main Contractor untuk menilai kinerja Kontraktor yang akan diterimanya

Mengapa Perusahaan Wajib Menerapkan CSMS

Syarat untuk dapat lolos prakualifikasi di Total, Unocal , dan Vico

Meningkatkan Profit perusahaan.

Mengurangi angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Membangun citra positif perusahaan

Kapan Perusahaan Wajib Menerapkan CSMS?

1. Tahap Kualifikasi

· Penilaian Resiko

· Pra-kualifikasi

· Pemilihan

2. Tahap Pelaksanaan

· Aktivitas awal pekerjaan

· Pada saat pekerjaan berlangsung

· Evaluasi akhir ( Layak atau tidak layak untuk direkomendasikan pada pekerjaan diperusahaan yang sama ).

Penilaian Resiko

Menilai dan menakar resiko aktivitas pekerjaan yang akan dikontrakkan.

Mengkategorikan resiko dengan kategori rendah, menengah dan tinggi.

Hal hal yang memperngaruhi resiko :

Jenis pekerjaan

Lokasi pekerjaan

Potensi celaka karena bahaya di tempat kerja.

Potensi celaka karena aktivitas kontraktor

Pekerjaan simultan oleh beberapa kontraktor

Lamanya pekerjaan

Pengalaman dan Keahlian Kontraktor

Pra Kualifikasi :

Untuk meniliti kualifikasi kontraktor dalam hal K3. Hanya mereka yang memiliki sistem K3 yang akan diikutkan di dalam proses tender.

Pemilihan/Seleksi :

Untuk memilih kontraktor terbaik diantara mereka yang mengikuti tender.

Aktivitas Awal Pekerjaan :

Adalah langkah untuk membuka komunikasi awal antara petugas lapangan kontraktor dan petugas lapangan perusahaan minyak dan tambang.

Pre job activity meeting à office

Pre job activity meeting à site

Rencana Kerja (work plan)

Review Potential Hazards and Safety Aspect

Emergency Response Plan and Procedure

Pre Job safety Meeting – site

Orientasi Lapangan

Finalization All Safety Requirement

Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Pada Saat Pekerjaan Berlangsung :

Inspeksi Keselamatan Kerja (Safety Inspection)

Program Keselamatan Kerja (Safety Program)

Safety Meeting

Safety Inspection

Safety Promotion

Safety Communication

Emergency Drills and Exercise

Incident Investigation

Evaluasi Akhir :

Adalah langkah penilaian kinerja K3 kontraktor selama pra-kualifikasi dan Pekerjaan Berlangsung.

Hasil evaluasi akan disimpan di Data Bank, menjadi bahan pertimbangan apakah kontraktor tersebut layak untuk mendapat pekerjaan yang akan datang

Kinerja Keselamatan Kerja :

Safe working hours

Frequensi rate & Severity rate

Masalah-masalah Keselamatan Kerja

Laporan Kecelakaan, kerusakan, kejadian, nyaris celaka dan anomaly.

Pelatihan yang diadakan.

Demikian Informasi mengapa perusahaan wajib menerapkan CSMS, jika anda ingin bertanya silahkan hubungi Admin.

Tags: , , , ,

Leave a Reply